Investor Nantikan Suku Bunga BI, Apa Kabar Rupiah Hari Ini?

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS) tak terlalu banyak pergerakan, ada potensi pasar masih bersikap wait and see jelang rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) pekan ini.

Melansir data Refinitiv pada sepanjang perdagangan kemarin, Selasa (19/12/2023), mata uang Garuda terpantau menguat tipis 0,03% terhadap dolar AS. Penguatan ini berbanding terbalik dengan pelemahan yang terjadi satu hari sebelumnya (18/12/2023) sebesar 0,1%.

Nilai tukar rupiah kemarin relatif tidak bergerak volatil mengingat saat ini pelaku pasar bersikap wait and see untuk menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan dirilis pada Kamis (21/12/2023) perihal suku bunga.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 6,00%.

Dari 12 institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus, seluruh instansi/lembaga memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 6,00%. Suku bunga Deposit Facility kini berada di posisi 5,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz melihat kebijakan BI sudah berada dalam tahap “equilibrium”. Dimana kenaikan suku bunga BI di 6% sudah mampu menjaga stabilitas Rupiah dan portofolio asing sudah mulai masuk.

Sedangkan Executive Director, Head of Trading Treasury & Markets Bank DBS Indonesia, Ronny Setiawan memproyeksi Bank Indonesia akan mempertahankan level suku bunga di 6% dalam RDG BI Desember 2023.

Inflasi Eropa juga telah dirilis dan sesuai konsensus yakni melandai ke angka 2,4% year on year/yoy pada periode November. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Juli 2021. Presiden European Central Bank (ECB) Lagarde mengatakan bahwa pada Desember 2023, inflasi kemungkinan akan meningkat secara signifikan. tentang efek dasar kenaikan pada biaya energi.

Kendati demikian, pada 2024, bank sentral memperkirakan inflasi akan menurun lebih lambat karena efek dasar kenaikan lebih lanjut dan penghapusan bertahap langkah-langkah fiskal masa lalu yang bertujuan membatasi dampak guncangan harga energi.

Lebih lanjut, tingkat inflasi inti Eropa juga melandai menjadi 3,6% yoy atau terendah sejak April 2022.

Inflasi yang melandai tersebut berpotensi membuat suku bunga ECB dipangkas pada 2024 di tengah pertumbuhan ekonomi secara global juga diperkirakan melambat di tahun depan

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam basis waktu per jam, tren sideways rupiah masih terus berlanjut dalam rentang Rp15.480 – Rp15.510 per dolar AS. Pelaku pasar bisa mencermati area tersebut sebagai target support hingga resistance terdekat yang potensi di uji.

Posisi support merupakan area penguatan yang potensi di uji didapatkan dari garis horizontal low candle 16 Desember 2023. Sedangkan, untuk resistance merupakan target pelemahan jika terjadi pelemahan arah yang didapatkan dari garis rata-rata selama 50 jam atau moving average 50 (MA50). https://horeoraduwe.com/

Pergerakan rupiah melawan dolar AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*