Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia Berkat Bisnis Judi

Jakarta, CNBC Indonesia – Judi adalah tindakan ilegal di Indonesia. Pelakunya bisa berurusan dengan hukum. Meski begitu, di banyak negara, judi adalah legal bahkan menjadi bisnis yang membuat segelintir orang menjadi triliuner. 

Tengok saja Las Vegas yang sering disebut sebagai surganya para penjudi dunia. Di sana, penjudi bertaruh siang dan malam untuk mengumpulkan pundi-pundi dolar. 

Meski terkenal sebagai dunia para lelaki, faktanya orang terkaya di dunia dari industri judi saat ini adalah seorang triliuner wanita bernama Miriam Edelson. Namun, dia menjadi kaya raya bukan karena berjudi, melainkan karena memiliki bisnis kasino. 

Berikut adalah 10 orang terkaya di dunia di industri judi dan kasino pada 2022 berdasarkan data Forbes:

1. Miriam Adelson dan Keluarga

WASHINGTON, DC - JANUARY 28:  Miriam Ochsorn, wife of Founder, Chairman and CEO of Las Vegas Sands Sheldon Adelson, listens during a press conference with U.S. President Donald Trump and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu in the East Room of the White House on January 28, 2020 in Washington, DC. President Trump released details of his administration's long-awaited Middle East peace plan to resolve the Israeli-Palestinian conflict. (Photo by Alex Wong/Getty Images)

Miriam Adelson adalah orang terkaya nomor wahid di industri judi global. Dia adalah istri dari Sheldon Adelson, mantan CEO dan kepala perusahaan kasino di Las Vegas Sands yang wafat pada 2021. Menurut Forbes, kekayaan bersih perempuan kelahiran Israel ini adalah US$27.5 miliar atau sekitar Rp429 triliun (asumsi kurs Rp15.600/US$).

Saat ini, Miriam Edelson memiliki lebih dari setengah ‘kerajaan’ judi yang terdaftar du Bursa Efek New York, yang memiliki kasino di Singapura dan Makau.

2. Lui Che Woo

Lui Che Woo merupakan pemimpin operator kasino di Makau Galaxy Entertainment Group dan pengembang properti K. Wah International Holding. Kedua perusahaan tersebut terdaftar resmi di Hong Kong. Forbes mencatat, orang terkaya nomor delapan di Hong Kong ini memiliki kekayaan bersih sebesar US$11.6 miliar atau sekitar Rp180 triliun.


3. Karel Komarek

Karel Komarek (Forbes.com)

Pada awalnya laki-laki asal Republik Ceko ini memulai bisnisnya di bidang minyak dan gas di negara asalnya sepanjang 1990-an. Namun, pada 2010 ia memutuskan untuk berhenti berbisnis untuk menjalankan grup investasinya sendiri.

Pada 2016, sosok yang memiliki kekayaan bersih US$7.7 miliar atau sekitar Rp119 triliun ini membentuk Grup Sazka (kemudian berganti nama menjadi Allwyn) dan dengan cepat menjadi pemilik lotre terbesar di Eropa. Setelah itu, pada Januari 2022 ia membawa Allwyn ke publik melalui merger SPAC.

4. Teddy Sagi

Teddy Sagi mendirikan Playtech, pengembang perangkat lunak perjudian pada 1999 dan membangunnya menjadi perusahaan senilai US$700 juta atau di bursa saham London. Namun, pada 2016, Sagi menjual 12% Playtech dengan harga hampir US$400 juta dan menjual sisanya pada November 2018 seharga US$88 juta.

Sosok yang memiliki kekayaan bersih sebanyak US$5.6 miliar atau sekitar Rp87 triliun ini memiliki 4 perusahaan di AIM London: Playtech, Market Tech, prosesor pembayaran online SafeCharge, dan perusahaan keamanan siber Kape.


5. Denise Coates

Denise Coates (via REUTERS/BRITAIN - Tags: ROYALS ENTERTAINMENT BUSINESS SPORT)

Perempuan terkaya kedua di dunia berkat judi setelah Miriam Edelson adalah Denise Coates dengan total kekayaan US$5.3 miliar atau sekitar Rp82 triliun. Kekayaan tersebut dikumpulkan perempuan asal Inggris ini dari bisnis judi online lewat perusahaan Bet365. Ia mendirikan bisnis tersebut bersama dengan adik laki-lakinya John Coates.

Perempuan berusia 54 tahun ini punya insting bisnis yang tajam. Dia melihat potensi dari bisnis perjudian online. Akhirnya Coates membeli domain Bet365.com pada 2000 dan meluncurkan situs web pada 2001. Saat ini, Coates memiliki sekitar setengah saham dari Bet365, yang memfasilitasi lebih dari US$65 miliar nilai taruhan dalam setahun.

6. Mark Scheinberg

Mark Scheinberg mendirikan PokerStars bersama ayahnya, Isai, dan membangunnya menjadi perusahaan poker online terbesar di dunia. Scheinberg, yang memiliki 75% dari bisnis induk Rational Group pada saat itu, mengantongi lebih dari US$3 miliar dari penjualan tersebut.

Laki-laki dengan kekayaan bersih US$5.3 miliar atau sekitar Rp82 triliun ini membantu meluncurkan PokerStars pada 2001 saat usianya 28 tahun. Scheinberg untung besar dari booming poker yang melanda AS dan seluruh dunia. Dia telah menginvestasikan sebagian dari hasil penjualannya dalam aset perhotelan mewah melalui kendaraan investasi real estate-nya, Mohari.


7. Johann Graf

Dengan memiliki kekayaan bersih sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp77 triliun, Johann Graf memiliki Novomatic Group, yang mengoperasikan kasino di seluruh dunia dan juga menjual mesin slot, permainan video poker, dan permainan meja elektronik. Graf mulai mengimpor mesin pinball Amerika ke Austria melalui Belgia, kemudian menjadi agen untuk perusahaan mesin judi slot Inggris.

8. Paul Gauselmann dan Keluarga

Paul Gauselmann adalah salah satu orang yang dikenal sebagai “paus di bisnis hiburan” di Jerman. Laki-laki dengan total kekayaan US$4 miliar atau sekitar Rp62 triliun ini mendirikan perusahaan yang kemudian dikenal sebagai Gauselmann Group. Dia membuka arcade hiburan Merkur pertama pada tahun 1974.

Perusahaan ini mengoperasikan arcade di seluruh Eropa dan memproduksi mesin AWP (hiburan dengan hadiah) dan SWP (keterampilan dengan hadiah).


9. Gabe Newell

Gabe Newell merupakan pemimpin Valve Corp. yang mengembangkan video game. Perusahaan ini meraih kesuksesannya melalui gim Half-Line dan Portal. Forbes memperkirakan, laki-laki yang memiliki kekayaan sebesar US$3.9 miliar atau sekitar Rp60 triliun ini memiliki setidaknya seperempat dari perusahaan yang beroperasi di Bellevue, Washington.


10. James Packer

Laki-laki asal Australia dengan total kekayaan US$3.8 miliar atau sekitar Rp59 triliun ini adalah pemegang saham terbesar Crown Resorts, yang memiliki kasino di Australia dan London. Dia mengambil alih bisnis dari almarhum ayahnya, Kerry. Namun, pada Maret 2018 James Packer memutuskan untuk mengundurkan diri dari dewan Crown Resorts dan Consolidated Press. https://outbackball.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*