Mau Bagiin Dividen Interim, Saham BBRI Tembus Rp 5.700

Jakarta, CNBC Indonesia Saham emiten perbankan berkapitalisasi pasar terbesar ketiga di bursa yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau bergairah pada perdagangan sesi I Rabu (20/12/2023), ditopang oleh rencana perseroan yang akan membagikan dividen interim Tahun Buku 2023.

Per pukul 10:10 WIB, saham BBRI terpantau menguat 0,9% ke posisi harga Rp 5.600/unit. Bahkan, saham BBRI sempat melesat nyaris 2% pada awal perdagangan sesi I hari ini. Adapun harga tertinggi intraday BBRI di sesi I hari ini berada di harga Rp 5.700/unit.

Saham BBRI sudah ditransaksikan sebanyak 6.590 kali dengan volume sebesar 61,77 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 350,14 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 848,73 triliun.

Hingga pukul 10:10 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 5.400/unit, menjadi antrean beli paling banyak di sesi I hari ini, yakni mencapai 34.017 lot atau sekitar Rp 19 miliar

Sedangkan di order offer atau jual, di harga Rp 5.700/unit menjadi antrean jual terbanyak pada sesi I hari ini, yakni mencapai 200.574 lot atau sekitar Rp 114 miliar.

BBRI akan membagikan dividen interim sebesar Rp 84 per saham. Keputusan ini sesuai dengan hasil Rapat Direksi dan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan.

“Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 September 2023, Perseroan akan membagikan Dividen Interim Tahun Buku 2023 sebesar Rp84, per saham (‘Dividen Interim’),” ujar Direksi BRI pada keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (19/12/2023).

Direksi juga mengumumkan jadwal pembagian dividen interim, yakni periode cum dividen pasar reguler dan negosiasi akan dilaksanakan 29 Desember 2023, sedangkan cum date untuk pasar tunai akan digelar pada 3 Januari 2024.

Ex date dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 2 Januari 2023, sedangkan ex date di pasar tunai jatuh pada 4 Januari 2023. Sementara untuk periode daftar pemegang saham yang berhak dividen interim atau recording date jatuh pada 3 Januari 2023.

Adapun periode pembayaran dividen interim akan dilakukan pada 18 Januari 2024.

Sebelumnya, BRI mengisyaratkan pembagian dividen jumbo dari labatahun buku 2023. Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan pihaknya mengupayakan setidaknya 70% dari perolehan laba bersih tahun ini akandiberikan kepada investor.

BRImenilai rasio kecukupan modalperusahaan terbilangtebal, yakni 27,47% per September 2023. Sunarso menyebut rasio kecukupan hanya perlu sekitar 17,2%, maka ada sekitar kelebihan modal sekitar 10%.

“Sebutlah setahun untuk meng-cover kebutuhan itu hanya butuh 2% saja kita konsumsi capital. Maka bisa saya sampaikan sampai 5 tahun ke depan, berapapun laba BRI harus dibagi dalam bentuk dividen,” ujarnya pada saat Public Expose Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/11/2023).

Sebelumnya, BRI telah membagikan dividen untuk tahun buku 2022 sebesar Rp 43,4 triliun atau sebesar 85% dari laba bersih sebesar Rp 51,1 triliun.

Menurut Sunarso, laba bersih BRI pada tahun 2023 paling tidak sudah mencapai Rp 55 triliun. Sehingga, setidaknya 70% dari besaran disebut dapat dialokasikan sebagai dividen. https://roketgubuk.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*